Mari memulai dengan membaca dan mempelajari QS 66 : 1
Dalam Bahasa Indonesia, artinya:
Hai
Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari
kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Apa maksud dari kalimat ayat tersebut? Mengapa Allah
tiba-tiba mewahyukan ayat tersebut. Untuk mengetahui maksud dari ayat tersebut,
kita perlu melihat tafsir dari ayat tersebut. Apa yang melatar-belakangi ayat
tersebut:
Menurut Tafsir Al Jalalayn yang diakui dalam dunia Islam:
Hai Nabi, mengapa engkau mengharamkam apa yang Allah
halalkan bagimu dalam hal budak Kristen mu yang bernama Mariya – Ketika Nabi
menyetubuhi dia di rumah Hafsa (salah satu Istri Nabi) yang sedang pergi, dan
pada saat kembali dan memergokinya menjadi marah dengan kenyataan tersebut
karena persetubuhan tersebut dilakukan di rumah dia dan dilakukan di atas
tempat tidurnya - Dengan Nabi mengatakan
“Dia haram bagiku!” dengan menyatakan bahwa “dia itu haram” kamu mencoba
menyenangkan istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dari tafsir tersebut kita mulai mengerti, salah seorang
istri Nabi, Hafsa, memergoki Nabi sedang bersetubuh dengan Mariya, seorang
budak Kristen, di rumah Hafsa dan bahkan di atas tempat tidurnya. Mariya
bukanlah istri Nabi, dan dia hanyalah seorang budak beragama Kristen Koptik
dari Mesir.
Seperti yang telah dapat diduga, pada saat Hafsa memergoki
hal tersebut, dia sangat marah, Nabi menjadi sangat terpojok. Sehingga dia
berjanji untuk berhenti melakukan perbuatan seksual dengan budak wanita
tersebut.
Apabila kita lanjutkan pembacaan tafsir pada ayat 3,
Nabi bahkan mengatakan kepada Hafsa untuk tidak membocorkannya
kepada siapa-siapa.
Apabila anda seorang Muslim, mungkin anda berpendapat bahwa
hal ini tidak mungkin benar, karena Nabi adalah orang yang sempurna, Rasul dari
Allah. Namun disini yang terlihat adalah seorang pria yang tidak mampu untuk
mengendalikan hawa nafsu seksualnya.
Selanjutnya, apa yang dilakukan oleh Nabi?, Nabi dengan
caranya mengatakan bahwa Nabi mendapatkan Wahyu dari Allah yang mengijinkan hal
tersebut sehingga menutup mulut Istri-Istri Nabi.
Bagi anda yang mempertanyakan kebenaran dari kisah di atas,
berdasarkan Sunan An Nasai Vol 4, Hadits 3411 dinyatakan bahwa kejadian
tersebut adalah benar adanya.



No comments:
Post a Comment