Monday, 16 January 2017

Kisah Muhammad dan Budak Wanitanya



Mari memulai dengan membaca dan mempelajari QS 66 : 1

 



Dalam Bahasa Indonesia, artinya:
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Apa maksud dari kalimat ayat tersebut? Mengapa Allah tiba-tiba mewahyukan ayat tersebut. Untuk mengetahui maksud dari ayat tersebut, kita perlu melihat tafsir dari ayat tersebut. Apa yang melatar-belakangi ayat tersebut:
Menurut Tafsir Al Jalalayn yang diakui dalam dunia Islam:

 



Hai Nabi, mengapa engkau mengharamkam apa yang Allah halalkan bagimu dalam hal budak Kristen mu yang bernama Mariya – Ketika Nabi menyetubuhi dia di rumah Hafsa (salah satu Istri Nabi) yang sedang pergi, dan pada saat kembali dan memergokinya menjadi marah dengan kenyataan tersebut karena persetubuhan tersebut dilakukan di rumah dia dan dilakukan di atas tempat tidurnya  - Dengan Nabi mengatakan “Dia haram bagiku!” dengan menyatakan bahwa “dia itu haram” kamu mencoba menyenangkan istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari tafsir tersebut kita mulai mengerti, salah seorang istri Nabi, Hafsa, memergoki Nabi sedang bersetubuh dengan Mariya, seorang budak Kristen, di rumah Hafsa dan bahkan di atas tempat tidurnya. Mariya bukanlah istri Nabi, dan dia hanyalah seorang budak beragama Kristen Koptik dari Mesir.
Seperti yang telah dapat diduga, pada saat Hafsa memergoki hal tersebut, dia sangat marah, Nabi menjadi sangat terpojok. Sehingga dia berjanji untuk berhenti melakukan perbuatan seksual dengan budak wanita tersebut.

Apabila kita lanjutkan pembacaan tafsir pada ayat 3,




Nabi bahkan mengatakan kepada Hafsa untuk tidak membocorkannya kepada siapa-siapa.
Apabila anda seorang Muslim, mungkin anda berpendapat bahwa hal ini tidak mungkin benar, karena Nabi adalah orang yang sempurna, Rasul dari Allah. Namun disini yang terlihat adalah seorang pria yang tidak mampu untuk mengendalikan hawa nafsu seksualnya.
Selanjutnya, apa yang dilakukan oleh Nabi?, Nabi dengan caranya mengatakan bahwa Nabi mendapatkan Wahyu dari Allah yang mengijinkan hal tersebut sehingga menutup mulut Istri-Istri Nabi.
Bagi anda yang mempertanyakan kebenaran dari kisah di atas, berdasarkan Sunan An Nasai Vol 4, Hadits 3411 dinyatakan bahwa kejadian tersebut adalah benar adanya.